Kamis, 27 Oktober 2011

MUI Jatim Tolak Gelar "Bapak Pluralisme" Untuk Gus Dur

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur MUI Jatim menolak tegas jika Gus Dur disebut sebagai bapak pluralisme,
alasannya karena makna pluralisme sangat rancu dan berbahaya jika diterjemahkan masyarakat awam. "Makna pluralisme sangat rancu dan bisa menyesatkan jika diterjemahkan oleh masyarakat awam", papar Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori saat memberikan masukan dalam sidang Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) Jatim di kantor gubernur, Rabu (13/1).
Karena salahnya memaknai pluralisme itu pula, saat ini banyak laporan yang masuk ke MUI Jatim, kalau para kiai mulai diundang pendeta untuk masuk gereja. Hal ini dianggap menimbulkan konflik agama, jika masyarakat awam tidak memahami maksud pluralisme tersebut."Saya minta jangan menyandangkan bapak pluralisme kepada Gus Dur, karena bisa menimbulkan konflik dan pro kontra di tengah masyarakat Islam umunya. Gus Dur menjadi pahlawan nasional, MUI Jatim mendukung penuh" tegasnya.Sebelumnya, MUI Pusat melalui fatwa nomor 7/Munas VII/MUI/2005 telah mengharamkan umat Islam mengikuti paham Pulralisme, Sekularisme, dan Liberalisme agama

Mochammad Yunus  (MUI Jatim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar